Genre : Romance, Schoollife
Rating : Teen
Length : One Shoot
Casting : Byun Baek
Hyun (EXO K), Seo Kyu Na (OC), EXO K's cameo
EXO K Baekhyun mendapat kesempatan
mengikuti sebuah acara televisi yang paling fenomenal yaitu 'We Got Married'.
Tidak seperti WGM sebelumnya. Baekhyun mendapat pasangan seorang yang setahun
dibawahnya dan bekerja sebagai fotografer. Yeoja itu satu kampus dengannya di
Seoul University.
Baekhyun hanya bisa memberikan
senyum saat presenter berkata seperti itu. Karena ini lebih baik dari pada ia
harus mendapatkan para artis yang pasti akan memunculkan skandal.
Begitu dibelakang studio, dia
langsung memberikan yeoja itu tatapan tajam dan dingin. Lusa depan, mereka akan
menikah dan hidup disatu rumah selama setahun setengah.
Yeoja itu yang bernama Seo Kyu Na,
hanya bisa menunduk sambil berjalan pergi. Teman-teman Baekhyun yang notabene
adalah anggota EXO K, hanya bisa tersenyum kecil saat Kyuna melirik mereka.
Suho menepuk pundak Baekhyun yang
spontan membuat Baekhyun menoleh.
"gwaenchana. Kau sudah kenal
baik dengannya bukan? Dia yeoja yang baik." Ujar sang leader sambil
tersenyum.
Baekhyun hanya tersenyum sinis
sambil mengacak-acak rambutnya. "aku tau dia yeoja yang baik. Tapi kenapa
harus dia??"
"ah! Hyung! Kalau begitu
berikan saja padaku." Celetuk Sehun asal dan Baekhyun langsung menjitak
namja itu.
"jangan bicara sembarangan.
Setelah aku, ganti kau nanti." Ujar Baekhyun sembari beranjak.
Rupanya, tanpa banyak yang
menyadari, ekspresi Kai tidak seperti yang lainnya. Ia begitu muram dan seperti
kesal. Matanya hanya bergerak mengikuti kemana Baekhyun pergi dan ia menggeram
lirih.
~~
Malamnya..
Saat semua sudah terlelap mungkin.
Tepat pukul 12 malam, Baekhyun keluar dari dormnya secara diam-diam dan pergi jalan-jalan.
Ia tidak menyamar, cukup dengan tidak bermake up dan kerah jaket yang menutupi
setengah wajah bagian bawah, orang-orang pasti hanya mengenal dia sebagai
masyarakat biasa. Dengan udara yang sanggup membuatnya menggigil ini, ia pergi
ke sebuah taman yang tidak jauh dari sini. Tujuan utamanya, hanya untuk mencari
udara segar.
Sekitar 20 menit berjalan, akhirnya
ia sampai juga ditempat tujuannya. Ia segera menempati sebuah bangku yang tidak
jauh darinya, dan tanpa perkiraan, hal itu berbarengan dengan seorang yeoja
yang berada disana.
Baekhyun terkejut dan kembali
berdiri, begitu pula yeoja itu. Ia dan yeoja itu saling bertatapan dengan
tatapan takut dan terkejut. Mereka saling memandangi satu sama lain, terlebih
lagi bagian kaki.
"nu-nu-nuguyo?" Tanya
yeoja itu dengan sedikit tergagap.
Baekhyun menghela nafas berat
begitu ia menyadari siapa yeoja tersebut. "kau mengenalku. Duduklah."
Ujarnya ketus sambil duduk.
Yeoja itu mengerutkan keningnya.
Tapi suara itu familiar baginya, namun tetap saja ia ragu-ragu untuk duduk
disamping namja itu.
"yak.. aku bukan orang
jahat." Baekhyun pun membuka kerahnya sehingga seluruh wajahnya terlihat.
Namun itu hanya bertahan sebentar sampai akhirnya ia terbatuk dan kembali
menarik resleting kerahnya keatas.
"ah.. Byun Baekhyun.."
ujar yeoja itu lemah sambil duduk sedikit jauh disamping Baekhyun.
Keduanya terdiam cukup lama. Hingga
akhirnya Baekhyun berinisiatif untuk mencairkan suasana dengan bertanya.
"sedang apa disini?"
tanyanya tanpa menoleh sedikitpun.
Yeoja itu yang sebenarnya adalah
Seo Kyuna, tertunduk sambil memainkan ibu jarinya. "aku diusir."
Baekhyun spontan menoleh.
"ulangi ucapanmu."
Kyuna masih tertunduk, tapi
samar-samar Baekhyun sanggup melihat senyum dari bibir tipis yeoja itu.
"aku diusir, karena tidak bisa membayar uang bulanan."
Baekhyun berkedip sekali, setelah
itu kembali memusatkan pandangannya kedepan. "mian, aku tidak bisa
melakukan apapun."
Kyuna pun menoleh masih dengan
senyuman. "gwaenchana. Kau mau mendengarkan saja, aku sudah senang."
Baekhyun sedikit tersipu dengan
ucapan itu. Matanya berkali-kali melirik Kyuna setelah itu berdehem. "ini
malam hari. Kau itu yeoja tapi suka berkeliaran seperti ini."
Kyuna mengarahkan pandangannya
kedepan. "kalau eomma masih hidup dan appa tidak dipenjara, mungkin aku
sudah tidur nyenyak di rumah."
Baekhyun mengarahkan pandangannya
kebawah. "haruskah kita melakukan ini?"
Kyuna menoleh cepat.
"melakukan apa?"
"menikah kontrak?"
Baekhyun juga menggerakkan kepalanya. Mereka saling bertatapan. Sehingga mereka
sama-sama tau, mata Kyuna benar-benar sendu, sementara mata Baekhyun sangat
bersinar. Namun tetap, arti pandangan mereka adalah serius.
Kyuna tersenyum. "semua
masyarakat Korea tau itu. Jadi buat apa kita tidak melakukannya?"
Baekhyun menghela nafas. "aku
khawatir kalau semua tentang keluargamu terungkap begitu saja."
"gwaenchana, itu sudah resiko.
Kau tidak perlu khawatir." Kyuna pun menyandarkan punggungnya.
"fansku bisa saja
membunuhmu." Ujar Baekhyun lagi.
Kyuna menoleh masih dengan
senyuman. "ucapanmu terlalu sadis terdengar."
Baekhyun menghela nafas.
"baiklah, kau memang keras kepala. Bagaimana sekarang? Apa kau akan tetap
disini sampai pagi?"
"molla. Kalau tempat ini
menyenangkan, aku pasti akan disini sampai pagi."
Ucapan itu sontak membuat Baekhyun
sedikit membanting tubuhnya saat bersandar. "baboya. Kau ini tidak pernah
memikirkan resiko sama sekali. Bagaimana kalau orang jahat datang, lalu kalau
ada gumiho? Kau ini yeoja keras kepala yang ku kenal."
Kyuna seperti tidak menggubrisnya.
Ia malah mendongakkan kepalanya untuk melihat langit malam Seoul.
"bukankah itu indah? Itulah alasan aku tidak disukai siapapun."
Baekhyun menundukkan kepalanya.
Terbesit perasaan aneh dalam dirinya. Secara spontan tapi telah ia pikirkan
matang-matang, ia meraih tangan kiri Kyuna lalu menggenggamnya. Kyuna serentak
menoleh.
"kau calon istriku. Aku akan
mencoba mencintaimu walaupun hanya satu tahun setengah." Ujar Baekhyun
tegas. Ia mengeratkan genggamannya seperti ingin menyalurkan kehangatan dalam
tubuhnya pada tubuh yeoja itu.
Kyuna hanya bisa terdiam. Genggaman
itu benar-benar hangat. Dan sesuatu yang telah tertanam, akhirnya tumbuh
menjadi tunas. Inilah pertama kalinya, ia bersama dengan seorang namja. Pertama
kalinya. Berpegangan tangan.
Kyuna pun akhirnya tersenyum.
"nde, lakukan saja apa yang kau mau." Ia pun membebaskan tangannya
dan kembali mengangkat kepalanya.
Baekhyun pun melepaskan jaketnya.
"pakaianmu terlalu tipis. Kau bisa jatuh sakit nanti." Lalu Baekhyun
memakaikannya pada tubuh Kyuna.
Kyuna hanya bisa memperhatikan
jaket tebal itu. "justru jangan pikirkan keadaanku. Kau sangat membutuhkan
ini."
Baekhyun tersenyum.
"gwaenchana. Ah, aku antar kau ke sauna."
Kyuna pun mendongak. "sauna?
Untuk apa?"
"malam ini, kau tinggal
disana. Aku tidak ingin terjadi apa-apa padamu." Ujar Baekyun sembari
menggamit tangan Kyuna, lalu mereka pun beranjak pergi.
Sesampainya di sauna, Baekhyun pun
memandangi Kyuna yang berada dihadapannya. Lalu ia tersenyum.
"baik-baik disini. Aku akan
mengirimimu makanan besok pagi."
Kyuna hanya bisa tersenyum
memandangi namja itu. Ia mengangkat tangannya untuk memegang pipi Baekhyun.
Baekhyun terkejut tapi ia tidak
melakukan apapun.
"pipimu dingin." Ujar
Kyuna singkat.
"itu karena tanganmu
dingin." Balas Baekhyun yang tetap menatap kedua mata Kyuna.
Kyuna pun menurunkan tangannya.
"aku pulang dulu."
Baekhyun pun berbalik dan melangkah pelan.
Kyuna segera melepaskan jaket itu
lalu berlari menghampiri Baekhyun dan langsung memakainya jaket itu dari
belakang.
Baekhyun terkejut dan berhenti. Ia
pun memegangi jaketnya sembari berbalik. Mereka berdiri dengan jarak sangat
dekat. Baekhyun menatap kedua mata Kyuna yang tetap saja sendu.
"kenapa jaket ini kau
kembalikan?" tanyanya yang sedikit tertunduk.
"tidak usah berbohong,
Baekhyun-sshi. Aku tau, kau kedinginan." Kyuna pun berjalan mundur lalu
beranjak memasuki bangunan sauna yang masih open itu.
Baekhyun hanya bisa memandangi
punggung yeoja itu hingga menghilang. Bibirnya bergerak mengucapkan sesuatu
dengan lirih, baru setelah itu ia menghela nafas dan beranjak pergi
~~
Esok harinya..
"Baekhyun-ah.." celetuk
seseorang ditelinga Baekhyun sambil menggoyang-goyangkan tubuh Baekhyun.
Perlahan Baekhyun membuka matanya
dan menoleh. Ia menemukan Suho disamping tempat tidurnya.
"mwo?"
"kau lupa? Hari ini kau harus
mempersiapkan pernikahanmu." Jawab Suho yang sedikit kesal. Jauh didinding
sana, jam telah menunjukkan pukul 10 pagi.
"aku masih mengantuk."
Ujar Baekhyun sembari menyembunyikan kepalanya dibalik selimut.
"aish! Kau tidak kasian pada
kami? Aku dan teman-teman termasuk EXO M, sedang mempersiapkan pestanya. Kau
hanya butuh pergi ke butik untuk mencari pakaian." Celetuk Suho.
"Seo Kyuna disini?" Tanya
Baekhyun dibalik selimutnya.
"ah, aku tidak bisa
mendengarmu. Aku keluar." Suho pun berjalan keluar dari ruangan tersebut.
Baekhyun hanya menghela nafas dan
melanjutkan tidurnya.
Tidak berapa lama, seseorang
kembali menggoyangkan tubuhnya. Baekhyun sangat kesal dengan perlakuan ini karena
belum 2 menit dia memejamkan mata kembali. Dan ia rasa, orang yang
menggoyangkan tubuhnya itu pasti Suho.
"yak! Kau ini.." Baekhyun
terdiam. Dihadapannya kini terdapat sosok yeoja yang sangat cantik menurutnya.
Terlebih yeoja itu tersenyum padanya.
"Seo Kyuna?" seru
Baekhyun memastikan. Yeoja itu kembali tersenyum.
"Suho-sshi yang menyuruhku
masuk kedalam."
Baekhyun pun segera duduk dan
merapikan sedikit rambutnya, setelah itu berdehem.
"kau tidak sungkan masuk ke
kamar seorang namja?"
Kyuna menunduk. "sebenarnya
aku tidak berniat masuk sejak awal. Tapi.. ya kalau kau tidak suka, aku keluar
sekarang." Kyuna mengangkat kepalanya lalu berputar dan beranjak.
Baekhyun berhasil menangkap tangan
yeoja itu hingga Kyuna berbalik. "disinilah, tunggu aku sampai aku selesai
mandi."
Kyuna mengerutkan keningnya.
Baekhyun pun tersenyum.
"jangan khawatir, kau hanya perlu menungguku saja. Akan lebih baik kalau
kita keluar bersama."
Kyuna hanya terdiam sambil
memandangi Baekhyun.
Baekhyun pun melepaskan genggamannya
lalu beranjak turun dari ranjang. Ia menghadap Kyuna sejenak hanya untuk
mengacak-acak rambut yeoja itu. "belajarlah menjadi istri yang baik."
Kyuna masih terdiam. Baekhyun
lagi-lagi tersenyum lalu beranjak memasuki kamar mandi setelah ia menggamit
handuknya.
15 menit berlalu..
Baekhyun keluar dari kamar mandi
sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk yang ia pegang. Saat ia akan pergi
ke ruang pakaiannya, pandangannya tertuju pada seseorang yang tengah tertidur
diatas ranjangnya yang sudah rapi. Ia tersenyum karena orang itu bukan
Chanyeol.
Ia berjalan menghampiri yeoja itu
dan menyelimutinya. Setelah itu ia memandangi wajah cantik tersebut.
"istirahatlah. Setengah jam
lagi kita berangkat." Ujarnya lirih sembari beranjak menuju ruang
pakaiannya.
Seusai mengganti pakaiannya..
Baekhyun kembali menghampiri yeoja
yang masih terlelap. Entah karena perasaan apa dalam dirinya, ia malah mengunci
kamarnya dan naik ke ranjang tepat disamping yeoja itu.
Wajahnya ia hadapkan pada wajah
yeoja tersebut. Lalu tangannya menggenggam erat tangan kecil itu.
"Seo Kyuna…
saranghaeyo.." ujarnya lirih. Ia selalu tersenyum saat melihat wajah
cantik yeoja tersebut. Sebentar lagi yeoja itu miliknya. Maksudnya miliknya
sementara.
Setelah puas memandangi wajah itu.
Ia pun memosisikan dirinya untuk duduk dan meraih ponselnya. Ia menekan
beberapa angka, lalu meletakkan ponsel itu ditelinganya.
Yeoboseyo
Yeoboseyo.. EXO K's Byun
Baekhyun immida..
Nde, ada yang bisa saya bantu
tuan?
Jam 11 nanti, saya akan ke
tempat anda untuk membeli gaun dan jas pernikahan. Bisakah tempat anda saya
sewa pribadi?
Tentu saja tuan Byun. Kunjungan
anda sangat kami tunggu.
Baiklah, kamsahammida.. sampai
jumpa..
KLIK
Baekhyun pun menurunkan tangannya.
Bertepatan sekali dengan Kyuna yang terbangun.
"Baekhyun-sshi?" celetuk
yeoja itu lemah. Inilah suara Kyuna yang sangat ia sukai. Sangat lemah dan
begitu lembut.
Baekhyun pun menoleh. "kau
sudah bangun? Kalau kau masih mengantuk, tidurlah lagi."
"ani."Kyuna pun terduduk
dan kembali melipat selimut itu. Pergerakan tangan Kyuna yang sangat gemulai
benar-benar menyihir matanya.
"setelah ini, kita
pergi." Ujar Baekhyun yang mengalihkan pembicaraan.
Kyuna pun menoleh dengan mata yang
masih sipit. "nde, itu terserah kau saja."
Baekhyun pun meraih tangan Kyuna
dan menggenggamnya. "saranghae…"
Kyuna terdiam lalu,
"suasananya tidak tepat Baekhyun-sshi, kita berada disebuah kamar."
Baekhyun terkekeh.
"gwaenchanayo, sebentar lagi ini juga milikmu."
Kyuna tersenyum. "tapi tidak
selamanya."
~~
Baekhyun tengah menunggu Kyuna yang
sedang mengganti pakaian. Ia sudah terlihat tampan dengan balutan tuxedo
hitamnya. Disampingnya terdapat Kai yang ditugaskan untuk membantu Baekhyun
mencarikan pakaian pernikahan. Toh dia juga mendapat kesempatan untuk memilih
pakaian yang akan ia gunakan dalam menghadiri pernikahan itu.
"apa aku sudah telihat
tampan?" Tanya Baekhyun sembari membenahi dasinya.
Kai hanya mengangguk dan melirik
sedikit. Ia juga sibuk dengan pakaiannya.
Seorang wanita datang menghampiri
mereka. "tuan, nona Kyuna sudah selesai."
Baekhyun pun menoleh.
"benarkah? Oedi?"
"ikut saya."
Baekhyun dan Kai pun berjalan
mengikuti wanita itu pergi. Hingga akhirnya mereka sampai disebuah ruangan yang
terdapat sebuah kaca besar dihadapan yeoja yang membelakangi mereka.
"Seo Kyuna?" panggil
Baekhyun.
Yeoja itu pun langsung berbalik. Ia
tersenyum memandangi kedua namja itu.
Belum saja Kyuna mengucapkan
apa-apa, Baekhyun dan Kai sudah terperangah dengan pesona Kyuna yang berbeda
dari biasanya. Kyuna terlihat lebih tinggi, lebih ramping dan lebih cantik
tentunya. Rambut hitam panjang yang terurai dengan poni sebelah dan sebuah
bando dengan aksesoris kupu-kupu, gaun berwarna putih terusan dengan lengan
panjang serta memakai sepasang highheel yang tidak terlalu tinggi, mungkin
terlihat seperti bidadari.
Kyuna pun menoleh pada seorang
wanita disampingnya. "aku sedikit tidak terbiasa dengan highheel, bolehkah
aku belajar berjalan dulu sebelum aku menggunakan ini besok?"
Wanita itupun tersenyum.
"silakan nona."
Kyuna tersenyum. Ia pun kembali
menghadap depan dan mulai melangkah.
Baekhyun dan Kai yang berdiri
bersampingan, sama-sama menunggu kedatangan Kyuna. Kai sedikit mengangkat
tangannya, sementara Baekhyun tidak melakukan apapun karena ia benar-benar terpaku
sekarang.
Kyuna semakin melebarkan senyumnya.
Langkahnya begitu pelan namun pasti untuk mendekati salah satu diantara mereka.
Hingga akhirnya, ia memeluk salah satu namja.
"aku berhasil, oppa.."
Kyuna mengeratkan pelukannya dan memejamkan matanya.
Namja itu membalas pelukan tersebut
dengan gerakan tangan yang kaku. Dan akhirnya ia benar-benar melakukannya.
"chukae.." ujar namja itu
sambil tersenyum.
Seorang namja hanya bisa menggeram
lirih dan menurunkan tangannya. Namja itu adalah Kai, sementara yang dipeluk
oleh Kyuna adalah Baekhyun. Karena benar-benar tidak kuat menahan rasa
cemburunya. Ia pun beranjak tanpa mengucapkan apapun.
Mereka pun menyudahi pelukan itu.
Baekhyun memandangi Kyuna dan memegang kedua pipi yeoja itu. Entah kenapa
ruangan ini sekarang hanya ada mereka berdua.
"neomu yeppeo.."
celetuknya sambil tersenyum.
Kyunapun tersenyum. Ia mengangkat
tangannya untuk menarik sedikit dasi Baekhyun yang sedikit longgar. "kau
sangat tampan."
Baekhyun terkekeh. "aku rasa
kita sudah menjadi suami istri sekarang, haha." Sambil menurunkan
tangannya dan memasukkannya kesaku celana.
Kyuna juga terkekeh dan menurunkan
tangannya. "sampai jumpa besok."
Baekhyun menangkap tangan yeoja
tersebut. "get married.."
Kyuna mengerutkan keningnya.
"mwo?"
"menikahlah denganku.
Menikahlah dengan sepenuh hatimu dan aku juga dengan sepenuh hatiku. Naega
jeongmal saranghae.."
Kyuna hanya terdiam memandangi
namja tersebut.
Baekhyun mendekatkan wajahnya dan
CHU~ tepat dipipi kanan Kyuna. Yeoja itu sedikit terkejut. Ya, wajahnya
memerah.
"aku belum pernah berpacaran
dengan siapapun. Berita aku pernah punya yeoja chingu saat SMA itu palsu, aku
ditolak olehnya. Kyuna-ya… menikahlah denganku bukan karena acara itu. Dan
kalau kau tidak mencintaiku maka…"
"saranghae.." celetuk
Kyuna tiba-tiba. Baekhyun terdiam sejenak. Bola matanya bergerak-gerak
memandangi yeoja itu baru setelah itu lengkungan sempurna muncul di bibirnya.
"menikahlah denganku.."
Kyuna pun mengangguk dan tersenyum.
~~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar