Minggu, 05 Januari 2014

We Got Married


Genre   : Romance, Schoollife
Rating   : Teen
Length  : One Shoot
Casting : Byun Baek Hyun (EXO K), Seo Kyu Na (OC), EXO K's cameo

EXO K Baekhyun mendapat kesempatan mengikuti sebuah acara televisi yang paling fenomenal yaitu 'We Got Married'. Tidak seperti WGM sebelumnya. Baekhyun mendapat pasangan seorang yang setahun dibawahnya dan bekerja sebagai fotografer. Yeoja itu satu kampus dengannya di Seoul University.
Baekhyun hanya bisa memberikan senyum saat presenter berkata seperti itu. Karena ini lebih baik dari pada ia harus mendapatkan para artis yang pasti akan memunculkan skandal.
Begitu dibelakang studio, dia langsung memberikan yeoja itu tatapan tajam dan dingin. Lusa depan, mereka akan menikah dan hidup disatu rumah selama setahun setengah.
Yeoja itu yang bernama Seo Kyu Na, hanya bisa menunduk sambil berjalan pergi. Teman-teman Baekhyun yang notabene adalah anggota EXO K, hanya bisa tersenyum kecil saat Kyuna melirik mereka.
Suho menepuk pundak Baekhyun yang spontan membuat Baekhyun menoleh.
"gwaenchana. Kau sudah kenal baik dengannya bukan? Dia yeoja yang baik." Ujar sang leader sambil tersenyum.
Baekhyun hanya tersenyum sinis sambil mengacak-acak rambutnya. "aku tau dia yeoja yang baik. Tapi kenapa harus dia??"
"ah! Hyung! Kalau begitu berikan saja padaku." Celetuk Sehun asal dan Baekhyun langsung menjitak namja itu.
"jangan bicara sembarangan. Setelah aku, ganti kau nanti." Ujar Baekhyun sembari beranjak.
Rupanya, tanpa banyak yang menyadari, ekspresi Kai tidak seperti yang lainnya. Ia begitu muram dan seperti kesal. Matanya hanya bergerak mengikuti kemana Baekhyun pergi dan ia menggeram lirih.
~~
Malamnya..
Saat semua sudah terlelap mungkin. Tepat pukul 12 malam, Baekhyun keluar dari dormnya secara diam-diam dan pergi jalan-jalan. Ia tidak menyamar, cukup dengan tidak bermake up dan kerah jaket yang menutupi setengah wajah bagian bawah, orang-orang pasti hanya mengenal dia sebagai masyarakat biasa. Dengan udara yang sanggup membuatnya menggigil ini, ia pergi ke sebuah taman yang tidak jauh dari sini. Tujuan utamanya, hanya untuk mencari udara segar.
Sekitar 20 menit berjalan, akhirnya ia sampai juga ditempat tujuannya. Ia segera menempati sebuah bangku yang tidak jauh darinya, dan tanpa perkiraan, hal itu berbarengan dengan seorang yeoja yang berada disana.
Baekhyun terkejut dan kembali berdiri, begitu pula yeoja itu. Ia dan yeoja itu saling bertatapan dengan tatapan takut dan terkejut. Mereka saling memandangi satu sama lain, terlebih lagi bagian kaki.
"nu-nu-nuguyo?" Tanya yeoja itu dengan sedikit tergagap.
Baekhyun menghela nafas berat begitu ia menyadari siapa yeoja tersebut. "kau mengenalku. Duduklah." Ujarnya ketus sambil duduk.
Yeoja itu mengerutkan keningnya. Tapi suara itu familiar baginya, namun tetap saja ia ragu-ragu untuk duduk disamping namja itu.
"yak.. aku bukan orang jahat." Baekhyun pun membuka kerahnya sehingga seluruh wajahnya terlihat. Namun itu hanya bertahan sebentar sampai akhirnya ia terbatuk dan kembali menarik resleting kerahnya keatas.
"ah.. Byun Baekhyun.." ujar yeoja itu lemah sambil duduk sedikit jauh disamping Baekhyun.
Keduanya terdiam cukup lama. Hingga akhirnya Baekhyun berinisiatif untuk mencairkan suasana dengan bertanya.
"sedang apa disini?" tanyanya tanpa menoleh sedikitpun.
Yeoja itu yang sebenarnya adalah Seo Kyuna, tertunduk sambil memainkan ibu jarinya. "aku diusir."
Baekhyun spontan menoleh. "ulangi ucapanmu."
Kyuna masih tertunduk, tapi samar-samar Baekhyun sanggup melihat senyum dari bibir tipis yeoja itu. "aku diusir, karena tidak bisa membayar uang bulanan."
Baekhyun berkedip sekali, setelah itu kembali memusatkan pandangannya kedepan. "mian, aku tidak bisa melakukan apapun."
Kyuna pun menoleh masih dengan senyuman. "gwaenchana. Kau mau mendengarkan saja, aku sudah senang."
Baekhyun sedikit tersipu dengan ucapan itu. Matanya berkali-kali melirik Kyuna setelah itu berdehem. "ini malam hari. Kau itu yeoja tapi suka berkeliaran seperti ini."
Kyuna mengarahkan pandangannya kedepan. "kalau eomma masih hidup dan appa tidak dipenjara, mungkin aku sudah tidur nyenyak di rumah."
Baekhyun mengarahkan pandangannya kebawah. "haruskah kita melakukan ini?"
Kyuna menoleh cepat. "melakukan apa?"
"menikah kontrak?" Baekhyun juga menggerakkan kepalanya. Mereka saling bertatapan. Sehingga mereka sama-sama tau, mata Kyuna benar-benar sendu, sementara mata Baekhyun sangat bersinar. Namun tetap, arti pandangan mereka adalah serius.
Kyuna tersenyum. "semua masyarakat Korea tau itu. Jadi buat apa kita tidak melakukannya?"
Baekhyun menghela nafas. "aku khawatir kalau semua tentang keluargamu terungkap begitu saja."
"gwaenchana, itu sudah resiko. Kau tidak perlu khawatir." Kyuna pun menyandarkan punggungnya.
"fansku bisa saja membunuhmu." Ujar Baekhyun lagi.
Kyuna menoleh masih dengan senyuman. "ucapanmu terlalu sadis terdengar."
Baekhyun menghela nafas. "baiklah, kau memang keras kepala. Bagaimana sekarang? Apa kau akan tetap disini sampai pagi?"
"molla. Kalau tempat ini menyenangkan, aku pasti akan disini sampai pagi."
Ucapan itu sontak membuat Baekhyun sedikit membanting tubuhnya saat bersandar. "baboya. Kau ini tidak pernah memikirkan resiko sama sekali. Bagaimana kalau orang jahat datang, lalu kalau ada gumiho? Kau ini yeoja keras kepala yang ku kenal."
Kyuna seperti tidak menggubrisnya. Ia malah mendongakkan kepalanya untuk melihat langit malam Seoul. "bukankah itu indah? Itulah alasan aku tidak disukai siapapun."
Baekhyun menundukkan kepalanya. Terbesit perasaan aneh dalam dirinya. Secara spontan tapi telah ia pikirkan matang-matang, ia meraih tangan kiri Kyuna lalu menggenggamnya. Kyuna serentak menoleh.
"kau calon istriku. Aku akan mencoba mencintaimu walaupun hanya satu tahun setengah." Ujar Baekhyun tegas. Ia mengeratkan genggamannya seperti ingin menyalurkan kehangatan dalam tubuhnya pada tubuh yeoja itu.
Kyuna hanya bisa terdiam. Genggaman itu benar-benar hangat. Dan sesuatu yang telah tertanam, akhirnya tumbuh menjadi tunas. Inilah pertama kalinya, ia bersama dengan seorang namja. Pertama kalinya. Berpegangan tangan.
Kyuna pun akhirnya tersenyum. "nde, lakukan saja apa yang kau mau." Ia pun membebaskan tangannya dan kembali mengangkat kepalanya.
Baekhyun pun melepaskan jaketnya. "pakaianmu terlalu tipis. Kau bisa jatuh sakit nanti." Lalu Baekhyun memakaikannya pada tubuh Kyuna.
Kyuna hanya bisa memperhatikan jaket tebal itu. "justru jangan pikirkan keadaanku. Kau sangat membutuhkan ini."
Baekhyun tersenyum. "gwaenchana. Ah, aku antar kau ke sauna."
Kyuna pun mendongak. "sauna? Untuk apa?"
"malam ini, kau tinggal disana. Aku tidak ingin terjadi apa-apa padamu." Ujar Baekyun sembari menggamit tangan Kyuna, lalu mereka pun beranjak pergi.
Sesampainya di sauna, Baekhyun pun memandangi Kyuna yang berada dihadapannya. Lalu ia tersenyum.
"baik-baik disini. Aku akan mengirimimu makanan besok pagi."
Kyuna hanya bisa tersenyum memandangi namja itu. Ia mengangkat tangannya untuk memegang pipi Baekhyun.
Baekhyun terkejut tapi ia tidak melakukan apapun.
"pipimu dingin." Ujar Kyuna singkat.
"itu karena tanganmu dingin." Balas Baekhyun yang tetap menatap kedua mata Kyuna.
Kyuna pun menurunkan tangannya.
"aku pulang dulu." Baekhyun pun berbalik dan melangkah pelan.
Kyuna segera melepaskan jaket itu lalu berlari menghampiri Baekhyun dan langsung memakainya jaket itu dari belakang.
Baekhyun terkejut dan berhenti. Ia pun memegangi jaketnya sembari berbalik. Mereka berdiri dengan jarak sangat dekat. Baekhyun menatap kedua mata Kyuna yang tetap saja sendu.
"kenapa jaket ini kau kembalikan?" tanyanya yang sedikit tertunduk.
"tidak usah berbohong, Baekhyun-sshi. Aku tau, kau kedinginan." Kyuna pun berjalan mundur lalu beranjak memasuki bangunan sauna yang masih open itu.
Baekhyun hanya bisa memandangi punggung yeoja itu hingga menghilang. Bibirnya bergerak mengucapkan sesuatu dengan lirih, baru setelah itu ia menghela nafas dan beranjak pergi
~~
 Esok harinya..
"Baekhyun-ah.." celetuk seseorang ditelinga Baekhyun sambil menggoyang-goyangkan tubuh Baekhyun.
Perlahan Baekhyun membuka matanya dan menoleh. Ia menemukan Suho disamping tempat tidurnya.
"mwo?"
"kau lupa? Hari ini kau harus mempersiapkan pernikahanmu." Jawab Suho yang sedikit kesal. Jauh didinding sana, jam telah menunjukkan pukul 10 pagi.
"aku masih mengantuk." Ujar Baekhyun sembari menyembunyikan kepalanya dibalik selimut.
"aish! Kau tidak kasian pada kami? Aku dan teman-teman termasuk EXO M, sedang mempersiapkan pestanya. Kau hanya butuh pergi ke butik untuk mencari pakaian." Celetuk Suho.
"Seo Kyuna disini?" Tanya Baekhyun dibalik selimutnya.
"ah, aku tidak bisa mendengarmu. Aku keluar." Suho pun berjalan keluar dari ruangan tersebut.
Baekhyun hanya menghela nafas dan melanjutkan tidurnya.
Tidak berapa lama, seseorang kembali menggoyangkan tubuhnya. Baekhyun sangat kesal dengan perlakuan ini karena belum 2 menit dia memejamkan mata kembali. Dan ia rasa, orang yang menggoyangkan tubuhnya itu pasti Suho.
"yak! Kau ini.." Baekhyun terdiam. Dihadapannya kini terdapat sosok yeoja yang sangat cantik menurutnya. Terlebih yeoja itu tersenyum padanya.
"Seo Kyuna?" seru Baekhyun memastikan. Yeoja itu kembali tersenyum.
"Suho-sshi yang menyuruhku masuk kedalam."
Baekhyun pun segera duduk dan merapikan sedikit rambutnya, setelah itu berdehem.
"kau tidak sungkan masuk ke kamar seorang namja?"
Kyuna menunduk. "sebenarnya aku tidak berniat masuk sejak awal. Tapi.. ya kalau kau tidak suka, aku keluar sekarang." Kyuna mengangkat kepalanya lalu berputar dan beranjak.
Baekhyun berhasil menangkap tangan yeoja itu hingga Kyuna berbalik. "disinilah, tunggu aku sampai aku selesai mandi."
Kyuna mengerutkan keningnya.
Baekhyun pun tersenyum. "jangan khawatir, kau hanya perlu menungguku saja. Akan lebih baik kalau kita keluar bersama."
Kyuna hanya terdiam sambil memandangi Baekhyun.
Baekhyun pun melepaskan genggamannya lalu beranjak turun dari ranjang. Ia menghadap Kyuna sejenak hanya untuk mengacak-acak rambut yeoja itu. "belajarlah menjadi istri yang baik."
Kyuna masih terdiam. Baekhyun lagi-lagi tersenyum lalu beranjak memasuki kamar mandi setelah ia menggamit handuknya.
15 menit berlalu..
Baekhyun keluar dari kamar mandi sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk yang ia pegang. Saat ia akan pergi ke ruang pakaiannya, pandangannya tertuju pada seseorang yang tengah tertidur diatas ranjangnya yang sudah rapi. Ia tersenyum karena orang itu bukan Chanyeol.
Ia berjalan menghampiri yeoja itu dan menyelimutinya. Setelah itu ia memandangi wajah cantik tersebut.
"istirahatlah. Setengah jam lagi kita berangkat." Ujarnya lirih sembari beranjak menuju ruang pakaiannya.
Seusai mengganti pakaiannya..
Baekhyun kembali menghampiri yeoja yang masih terlelap. Entah karena perasaan apa dalam dirinya, ia malah mengunci kamarnya dan naik ke ranjang tepat disamping yeoja itu.
Wajahnya ia hadapkan pada wajah yeoja tersebut. Lalu tangannya menggenggam erat tangan kecil itu.
"Seo Kyuna… saranghaeyo.." ujarnya lirih. Ia selalu tersenyum saat melihat wajah cantik yeoja tersebut. Sebentar lagi yeoja itu miliknya. Maksudnya miliknya sementara.
Setelah puas memandangi wajah itu. Ia pun memosisikan dirinya untuk duduk dan meraih ponselnya. Ia menekan beberapa angka, lalu meletakkan ponsel itu ditelinganya.
Yeoboseyo
Yeoboseyo.. EXO K's Byun Baekhyun immida..
Nde, ada yang bisa saya bantu tuan?
Jam 11 nanti, saya akan ke tempat anda untuk membeli gaun dan jas pernikahan. Bisakah tempat anda saya sewa pribadi?
Tentu saja tuan Byun. Kunjungan anda sangat kami tunggu.
Baiklah, kamsahammida.. sampai jumpa..
KLIK
Baekhyun pun menurunkan tangannya. Bertepatan sekali dengan Kyuna yang terbangun.
"Baekhyun-sshi?" celetuk yeoja itu lemah. Inilah suara Kyuna yang sangat ia sukai. Sangat lemah dan begitu lembut.
Baekhyun pun menoleh. "kau sudah bangun? Kalau kau masih mengantuk, tidurlah lagi."
"ani."Kyuna pun terduduk dan kembali melipat selimut itu. Pergerakan tangan Kyuna yang sangat gemulai benar-benar menyihir matanya.
"setelah ini, kita pergi." Ujar Baekhyun yang mengalihkan pembicaraan.
Kyuna pun menoleh dengan mata yang masih sipit. "nde, itu terserah kau saja."
Baekhyun pun meraih tangan Kyuna dan menggenggamnya. "saranghae…"
Kyuna terdiam lalu, "suasananya tidak tepat Baekhyun-sshi, kita berada disebuah kamar."
Baekhyun terkekeh. "gwaenchanayo, sebentar lagi ini juga milikmu."
Kyuna tersenyum. "tapi tidak selamanya."
~~
Baekhyun tengah menunggu Kyuna yang sedang mengganti pakaian. Ia sudah terlihat tampan dengan balutan tuxedo hitamnya. Disampingnya terdapat Kai yang ditugaskan untuk membantu Baekhyun mencarikan pakaian pernikahan. Toh dia juga mendapat kesempatan untuk memilih pakaian yang akan ia gunakan dalam menghadiri pernikahan itu.
"apa aku sudah telihat tampan?" Tanya Baekhyun sembari membenahi dasinya.
Kai hanya mengangguk dan melirik sedikit. Ia juga sibuk dengan pakaiannya.
Seorang wanita datang menghampiri mereka. "tuan, nona Kyuna sudah selesai."
Baekhyun pun menoleh. "benarkah? Oedi?"
"ikut saya."
Baekhyun dan Kai pun berjalan mengikuti wanita itu pergi. Hingga akhirnya mereka sampai disebuah ruangan yang terdapat sebuah kaca besar dihadapan yeoja yang membelakangi mereka.
"Seo Kyuna?" panggil Baekhyun.
Yeoja itu pun langsung berbalik. Ia tersenyum memandangi kedua namja itu.
Belum saja Kyuna mengucapkan apa-apa, Baekhyun dan Kai sudah terperangah dengan pesona Kyuna yang berbeda dari biasanya. Kyuna terlihat lebih tinggi, lebih ramping dan lebih cantik tentunya. Rambut hitam panjang yang terurai dengan poni sebelah dan sebuah bando dengan aksesoris kupu-kupu, gaun berwarna putih terusan dengan lengan panjang serta memakai sepasang highheel yang tidak terlalu tinggi, mungkin terlihat seperti bidadari.
Kyuna pun menoleh pada seorang wanita disampingnya. "aku sedikit tidak terbiasa dengan highheel, bolehkah aku belajar berjalan dulu sebelum aku menggunakan ini besok?"
Wanita itupun tersenyum. "silakan nona."
Kyuna tersenyum. Ia pun kembali menghadap depan dan mulai melangkah.
Baekhyun dan Kai yang berdiri bersampingan, sama-sama menunggu kedatangan Kyuna. Kai sedikit mengangkat tangannya, sementara Baekhyun tidak melakukan apapun karena ia benar-benar terpaku sekarang.
Kyuna semakin melebarkan senyumnya. Langkahnya begitu pelan namun pasti untuk mendekati salah satu diantara mereka. Hingga akhirnya, ia memeluk salah satu namja.
"aku berhasil, oppa.." Kyuna mengeratkan pelukannya dan memejamkan matanya.
Namja itu membalas pelukan tersebut dengan gerakan tangan yang kaku. Dan akhirnya ia benar-benar melakukannya.
"chukae.." ujar namja itu sambil tersenyum.
Seorang namja hanya bisa menggeram lirih dan menurunkan tangannya. Namja itu adalah Kai, sementara yang dipeluk oleh Kyuna adalah Baekhyun. Karena benar-benar tidak kuat menahan rasa cemburunya. Ia pun beranjak tanpa mengucapkan apapun.
Mereka pun menyudahi pelukan itu. Baekhyun memandangi Kyuna dan memegang kedua pipi yeoja itu. Entah kenapa ruangan ini sekarang hanya ada mereka berdua.
"neomu yeppeo.." celetuknya sambil tersenyum.
Kyunapun tersenyum. Ia mengangkat tangannya untuk menarik sedikit dasi Baekhyun yang sedikit longgar. "kau sangat tampan."
Baekhyun terkekeh. "aku rasa kita sudah menjadi suami istri sekarang, haha." Sambil menurunkan tangannya dan memasukkannya kesaku celana.
Kyuna juga terkekeh dan menurunkan tangannya. "sampai jumpa besok."
Baekhyun menangkap tangan yeoja tersebut. "get married.."
Kyuna mengerutkan keningnya. "mwo?"
"menikahlah denganku. Menikahlah dengan sepenuh hatimu dan aku juga dengan sepenuh hatiku. Naega jeongmal saranghae.."
Kyuna hanya terdiam memandangi namja tersebut.
Baekhyun mendekatkan wajahnya dan CHU~ tepat dipipi kanan Kyuna. Yeoja itu sedikit terkejut. Ya, wajahnya memerah.
"aku belum pernah berpacaran dengan siapapun. Berita aku pernah punya yeoja chingu saat SMA itu palsu, aku ditolak olehnya. Kyuna-ya… menikahlah denganku bukan karena acara itu. Dan kalau kau tidak mencintaiku maka…"
"saranghae.." celetuk Kyuna tiba-tiba. Baekhyun terdiam sejenak. Bola matanya bergerak-gerak memandangi yeoja itu baru setelah itu lengkungan sempurna muncul di bibirnya.
"menikahlah denganku.."
Kyuna pun mengangguk dan tersenyum.
~~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar