Jumat, 03 Januari 2014

The Innocent Playgirl


Title       : The innocent Playgirl
Genre   : Romance, Schoollife
Rating   : Teen
Length : Chaptered
Casting : Yoon Ji Hyun (OC), Lee Soo Ye (OC/cameo), Kim Jong In a.k.a Kai (EXO K), Kim Jong Dae (EXO M), Wu Yi Fan a.k.a Kriss (EXO M), Byun Baek Hyun (EXO K), Oh Se Hoon (EXO K), Kim Joon Myeon (EXO K), Do Kyung Soo (EXO K) other cameo

Prologue
Bel pulang sekolah pun berbunyi. Segera saja Jihyun membereskan buku-bukunya yang berserakan diatas meja, lalu setelah semuanya masuk kedalam tas punggungnya, ia segera beranjak keluar.
Ia pun meraih sebuah kamera digital yang tergantung dilehernya. Pukul 4 nanti, dia akan memulai profesi barunya sebagai fotografer pribadi seorang idol baru. Jadi, ilmu fotografer yang selama ini ia pelajari, akan ia pergunakan saat pengambilan foto nanti.
"Yoon Jihyun-a!" teriakkan melengking itu jelas terdengar dari seorang yeoja. Jihyun yang merasa dirinya dipanggil, langsung menyipitkan kedua matanya saat melihat wajah yeoja itu.
"joesanghaeyo. Nuguyo?" tanyanya saat yeoja itu berada dihadapannya.
Yeoja itu terkejut sejenak lalu memainkan bibirnya. "kau tidak mengenalku?"
Jihyun pun menggeleng. "joesanghaeyo, mollasseoyo."
Yeoja berambut pirang itupun menepuk jidatnya kesal. "penyakitmu semakin lama semakin parah, Jihyun-a. Aku Lee Sooye. Kau lupa dengan sahabat sendiri??"
Jihyun berpikir sejenak. Beberapa detik kemudian, ia pun memperlihatkan smirk nya.
"mianhaeyo. Aku baru ingat."
Sooye menghela nafas lemas. "arraseo. Ah! Kau mulai bekerja sekarang?"
"hm? Mwo?"
Sooye mengambil nafas dalam-dalam lalu membuangnya cepat. "keurae. Kau itu benar-benar amnesia jangka pendek. Apa kau ingat tempat kerjamu?"
Jihyun berpikir sejenak, setelah itu ia meraih ponselnya. Beberapa lama kemudian, ia memandang Sooye dengan tatapan blank. "molla."
Sooye pun menutup wajahnya dengan kedua tangannya. "OMO!! Kenapa penyakit seperti ini harus ada?!!"
Sooye pun menurunkan tangannya. "baiklah. Tto poepketsumnida. Annyeong.." Sooye pun melambai sambil berlari menjauh.
Jihyun hanya mengerjap-ngerjapkan kedua matanya dengan ekspresi bingung. Setelah itu, ia memasukkan ponselnya kedalam saku seragam dan ia pun beranjak.
~~
Pukul 04.30 PM K.S.T
Suasana di kantor 'Light' rusuh. Sudah lebih 30 menit seorang fotografer artis baru mereka tidak juga muncul. Sang produser, Kim Jo hyuk, sudah berkali-kali menumpahkan kemarahannya pada manager Hwang So Jin. Hingga akhirnya manager Hwang pun pergi mencari fotografer tersebut yang sudah berulang kali tidak bisa dihubungi dan pemotretan pun ditunda.
Sang asisten menager, berjalan mendekati si idol baru.
"maaf atas kejadian ini. Apa ada yang kau butuhkan sekarang?"
Namja yang sudah berdandan sejak 30 menit lalu, menggerakkan matanya kepada asisten tersebut. Tatapannya datar dan kesal.
"lain kali kalau seperti ini, gantikan saja dia. Aku mau tidur." Ujarnya sambil beranjak keluar dari ruang pemotretan.
Asisten Moon Jijung hanya bisa melihat punggung si idol berkulit gelap itu sampai menghilang.
~
Sekitar 15 menit perjalanan menggunakan sebuah motor, manager Hwang pun menemukan sosok yeoja yang dicarinya. Yang dilakukan yeoja itu adalah duduk termenung didepan sebuah rumah sambil melipat kedua kakinya. Manager Hwangpun segera menghampirinya.
"Yoon Jihyun-sshi."
Yeoja bernama Jihyun itupun mendongak. Ekspresinya datar polos.
"nde. nuguyeyo?"
Manager Hwangpun mengerutkan keningnya. "kau lupa padaku?"
Jihyun tidak menjawab tapi ia menyipitkan matanya. "aku rasa, aku belum pernah bertemu denganmu sebelumnya."
Manager Hwang pun menelan ludahnya. "baiklah. Sedang apa kau disini?"
"eum… menunggu pintu terbuka." Jawab Jihyun polos.
"ini rumahmu?"
"nde. aku mengingat dengan baik kalau ini rumahku."
Manager Hwang mendongakkan kepalanya. Ia melihat ada tempat untuk memencet bel, segera saja ia memencetnya.
TING TONG!
Tak berapa lama..
CKREK!
Seorang wanita paruh baya membukakan pintu dan sedikit terkejut dengan kehadiran manager Hwang.
"joesanghaeyo. Nuguyeyo?"
"ini benar kediaman Yoon Jihyun?"
Wanita itupun terkejut saat melihat tiba-tiba Jihyun berdiri begitu saja. "nde, ini rumah Yoon Jihyun. Mworago?"
"Jihyun menunggu pintu ini terbuka. Joesanghaeyo, boleh saya berbicara dengan anda sebentar?"
Wanita itupun terdiam sejenak, lalu mengangguk. "baiklah. Silakan masuk."
~~

Part 1 The Girl
Manager Hwang hanya bisa terdiam mendengar penjelasan nyonya Yoon. Ia baru menyadari, bahwa Jihyun seperti itu sejak lahir. Manager Hwang memandangi Jihyun yang tengah duduk dihadapan mereka sambil membaca sebuah buku komik, sesekali yeoja berambut hitam panjang itu tersenyum geli.
"tapi bakatnya dalam bidang fotografer sangat baik. Jika anda mengijinkannya, saya akan membawa dia untuk tinggal satu tempat dengan artis baru kami."
Ibu Jihyun berpikir sejenak sambil memandangi anaknya. "saya sedikit khawatir dengan keadaannya. Tapi.. saya tentu tidak akan membiarkan mimpi Jihyun hilang begitu saja. Baiklah, saya mengijinkannya."
"anda jangan khawatir. Jihyun dan artis kami akan dijaga oleh bodyguard dan akan dibantu oleh 2 orang pembantu. Dan, perusahaan akan membiayai kebutuhan mereka."
Ibu Jihyun menoleh pada manager Hwang sambil tersenyum haru. "kamsahammida. Saya pun berharap, kalau Jihyun sembuh dengan cepat."
Manager Hwang hanya mengangguk-angguk sambil memperhatikan Jihyun.
~~
Esok harinya…
Dihari libur sekolah, hari ini Jihyun resmi pindah kesebuah rumah yang cukup elit yang berada jauh dari kota. Rumah ini sangat besar jika hanya dihuni oleh 2 orang, tapi, disinilah dia dan idol itu tinggal.
Manager Hwang menggiringnya memasuki bangunan tersebut.
CKREK!
Seorang namja yang rambutnya masih acak-acakkan dan baru saja keluar dari sebuah ruangan, terlihat terkejut begitu mendapati seorang yeoja asing berada dibelakang managernya. Ia menggaruk kepalanya kesal lalu berjalan mendekati keduanya.
"siapa dia?" tanyanya ketus.
Jihyun hanya memandanginya dengan polos sementara manager Hwang menghela nafas.
"bersikaplah sopan. Dia ini fotografer pribadimu."
Ucapan manager Hwang sontak membuat namja itu terkejut. Lalu setelah itu ia tersenyum kecut saat melihat ekspresi polos Jihyun.
"jinjja! Yang seperti ini kau sebut sebagai fotografer pribadiku?! Aish!!" namja berkulit gelap itu semakin mengacak-acak rambutnya.
"dia akan tinggal bersamamu disini."
Namja itupun terdiam. Lalu… "MWO??!!!"
Manager Hwang menghela nafas lalu berjalan melewati namja itu. "Jihyun-sshi, ikuti aku, akan kutunjukkan ruanganmu."
Jihyun menurut dan ia pun berjalan mengikuti manager Hwang sembari menundukkan pandangan saat ia berjalan melewati namja itu.
~
Siang harinya…
Mungkin karena bosan, akhirnya Jihyun pun keluar dari kamarnya sambil membawa kameranya. Ia berjalan mengelilingi rumah itu sambil melihat-lihat semua yang tertempel didinding dan beberapa furniture. Ia pun mengangkat kameranya dan..
CKRIK!
Ia pun tersenyum puas saat melihat hasil potretannya. Sangat bernilai seni dan mengagumkan. Ia pun kembali berjalan mencari objek lain.
Kesibukkannya itu sampai tidak menyadari keberadaan Kim Jong In, atau yang sering dipanggil Kai, yang memperhatikannya dari tangga.
Disaat Jihyun melihat sebuah foto yang terdapat dua orang namja, Jihyun penasaran dan ingin melihatnya dari dekat.
"sonul taejimasito!"
Jihyun pun terkejut dan berbalik. Ia melihat Kai yang sudah berdiri 2 langkah dibelakangnya.
"mianhae, jeongmal mianhae."
Kai berdecak kesal. Ia pun mengambil pigura itu dan membawanya ke kamarnya yang tidak jauh dari sana.
Jihyun hanya memandangi namja itu sambil terdiam.
~~
Esok harinya…
Sesampainya di sekolahnya, yang jelas berbeda dari sekolah Kai, Jihyun pun dihadang oleh seorang namja berkacamata. Namja itu jika dilihat dari dekat memang tampan dan dia terkenal akan suara tingginya.
Namja itu langsung merangkul pundaknya sambil berjalan menyusuri halaman depan sekolah.
Jihyun terkejut dan ia mendorong agak kuat namja itu untuk menjauhinya.
Namja tersebut kebingungan. Namun begitu, ia pun kembali mendekati Jihyun.
"Jihyun-a? wae?"
"nuguyeyo?"
"aku namjachingumu… Jongdae." Namja itu menunjuk dirinya dengan sedikit perasaan sakit.
Jihyun membelalakkan kedua matanya saat mendengar jawaban namja tersebut.
"namjachingu? Jongdae?? Ah… Kim Jongdae oppa." Seru Jihyun tiba-tiba. Ia pun tersenyum innocent.
Jongdae menghela nafas sambil tersenyum lega. Ia pun meraih tangan Jihyun dan memegangnya.
"jadi benar, kau punya penyakit lupa. Hm.. ayo masuk." Jongdae menarik tangan yeoja itu untuk mengikutinya berjalan ke gedung sekolah.
~
Istirahat sekolah, Jihyun seperti biasa berjalan menuju taman belakang sekolah. Ia selalu membawa kamera digitalnya. Dan sepertinya ia akan mengambil gambar lagi.
Namun seseorang mengagetkannya.
"Jihyun-a.."
Jihyun pun menoleh. Seperti yang ia biasa lakukan, matanya menyipit untuk mengingat siapa namja yang tersenyum sambil menghampirinya itu.
"Kim Jong dae." Ujar namja itu cepat begitu tau arti tatapan Jihyun.
Jihyun pun teringat dan ia tersenyum. "annyeong, Jongdae oppa.."
"kau akan kemana?" Tanya Jongdae tanpa berniat menjawab sapaan Jihyun.
"take a picture. Kau sendiri, oppa?" jawab Jihyun sambil menggerakkan kameranya.
"mencarimu. Ingin ku temani?"
"keurae." Jawab Jihyun senang.
Jongdae pun tersenyum.
"kajja!" Jihyun segera menarik tangannya untuk beranjak.
Taman sekolah…
Mereka duduk berdampingan disebuah kursi taman. Jihyun tengah asyik melihat hasil potretannya. Sementara Jongdae, sibuk melihat wajah Jihyun yang begitu memesonanya. Entah karena dorongan apa, Jongdae mendekatkan wajahnya pada wajah Jihyun. Dan dengan refleknya, Jihyun spontan menampar wajah Jongdae.
PLAK!!
Seperti tidak menyadari sikapnya tadi, Jihyun menutup mulutnya yang menganga.
"aigoo… mianhae, oppa.." Jihyun pun mengelus pipi Jongdae yang mulai memerah karnanya.
"ssssh, gwaenchana." Jongdae terlihat sedikit malu saat Jihyun berhasil menampar pipinya tadi. Ia menjauhkan posisi duduknya dari Jihyun.
"mianhae, habisnya kau seperti akan melakukan sesuatu padaku. Memang ada apa?" Tanya Jihyun dengan polosnya.
Jongdae seketika bangkit. "bukan apa-apa. Aku pergi dulu, nde?" ia pun segera berlari pergi.
Jihyun memandanginya dengan bertanya-tanya. Tapi ia memang bukan yeoja yang mudah memedulikan orang lain. Ia mengangkat bahunya lalu kembali sibuk dengan aktivitasnya.
~~
Sepulang sekolah, Jihyun melupakan satu hal. Dia tidak menunggu kedatangan Kai untuk menjemputnya. Ia berjalan sendirian menyusuri pinggir jalan menuju rumahnya. Baru beberapa meter dari sekolah, ia dihadang oleh seorang namja yang membawa sebuah bunga. Namja itu berasal dari sekolah yang berada disamping sekolahnya.
Jihyun menyipitkan kedua matanya.
"nuguyeyo?"
Namja itu tersenyum sambil menyodorkan bunga ditangannya. "I'am your boyfriend. Do Kyungsoo.."
Jihyun mengedipkan kedua matanya, detik berikutnya barulah ia tersenyum. "ah… Kyungsoo-ya.. um.. kamsahammida." Ia mengambil sebuket mawar putih dari tangan namja bermata bulat dihadapannya.
"cheonma.. ah, mau ku antar pulang?" tawarnya sambil menggaruk tengkuknya.
"ah.. aniyo. Aku ingin jalan-jalan dulu. Kau pulanglah, oppa."
"hm, baiklah. Lagipula aku masih ada les. Hati-hati dijalan, nde." Kyungsoo pun melambai sambil berlari pergi.
Jihyun balas melambai. Setelah Kyungsoo tidak lagi menoleh padanya, ia pun menghirup bau wangi dari mawar-mawar putih itu.
"um… harum sekali.." gumamnya.
Setelah itu ia pun beranjak pergi.
~
Pukul 4 sore…
Kai sudah 2 kali mengitari sekolah Jihyun. Namun ia sama sekali tidak menemukan batang hidung yeoja tersebut.
"omo!! Dimana dia?!!" ia mengacak-acak rambutnya sebal. Saking kesalnya, ia membanting helm yang sejak tadi berada digenggamannya.
"kalau saja dia bukan yeoja, sudah kuhajar dia!" umpat Kai yang kali ini benar-benar marah.
Dalam waktu yang sama, seorang yeoja menghampirinya.
"annyeonghaseyo… apa ada yang kau cari disini?" Tanya yeoja itu dari belakang tubuh Kai. Kai pun menoleh dan sedikit terkejut.
"aish! Kau mengejutkanku."
Yeoja itu hanya memperhatikannya dengan diam.
"kau kenal Jihyun? Dimana dia?" Tanya Kai to the point.
"Jihyun? Jihyun siapa? Disini ada banyak Jihyun."
Kai menepuk jidatnya sambil mendesis. "baboya, Kim Jong In.." gumamnya.
Yeoja itu mengerutkan keningnya.
"aku tidak tau siapa marga yeoja itu. Yang ku tahu, manager memanggilnya Jihyun dan dia fotografer pribadiku. Aish! Kenapa harus serumit ini?!" Kai semakin kesal dan ia mengacak-acak rambut yang telah ia rapikan tadi.
"hm? Kau bilang, fotografer?? Ah! Yoon Jihyun?!"
Kai spontan menoleh. "kau mengenalnya?"
"nde. dia sejak jam 2 tadi sudah pulang. Dia berjalan kaki." Jawab yeoja itu yang sedikit menyakinkan Kai.
"mwo?! kenapa dia tidak menungguku, ha?!" Kai membentak yeoja yang sangat tidak bersalah itu.
"ya~! Kenapa kau membentakku. Aku hanya mengatakan yang sesungguhnya." Yeoja itu terlihat mulai kesal.
Kai melirik nama dada yeoja tersebut. Ia pun menyeringai. Tapi setelah itu ia kembali memperhatikan face yeoja manis itu.
"katakan, dimana rumahnya?"
"500 meter kearah sana." Yeoja itu menunjuk arah kanan dengan tangan kirinya. Kai memutar wajahnya dan melihat sekilas jalanan disana. Setelah itu ia kembali memandangi wajah dihadapannya.
"kau tidak berbohong?"
Yeoja itu mendesis dan bereaksi seperti ingin menerkam Kai. Namun Kai malah terkekeh dan mengambil lalu memakai helmnya.
"arraseo, nona bernama aneh." Kai terkekeh lagi, ia pun menaiki sepedanya dan beranjak pergi.
Yeoja tersebut shock mendengar sebutan Kai untuknya. "mwo?! ya~! Namaku Lee Sooye! Neo! Stop!!!"
Kai tidak mengindahkan teriakkan yeoja itu. Ia masih tetap melajukan sepedanya kearah rumah Jihyun.
~~
Nyonya Yoon terkejut saat mendapati Jihyun adalah orang yang memencet bel. Bukan karena Jihyun memencet bel, tetapi keberadaan Jihyunlah yang membuatnya terkejut.
Jihyun tersenyum pada ibunya. "eomma.."
"jihyun-a.. kenapa kau ada disini?" Tanya ibunya dengan ekspresi bingung.
Jihyun mengerutkan keningnya. "ini rumah Jihyun juga eomma."
Ibu Jihyun menghela nafas sambil menarik anaknya masuk. "kau lupa jika kau bekerja sebagai fotografer?"
Jihyun mengerutkan keningnya. "aku hanya menyukai dunia fotografi eomma, aku tidak bekerja sebagai fotografer."
Ibu Jihyun mengelus lembut rambut anaknya lalu mencium poni anaknya dengan penuh rasa sayang. "kau terlalu memikirkan Baekhyun.. dia tidak akan kembali padamu.."
Air muka Jihyun terlihat berubah. Ia berubah sedih. "eomma, tolong jangan berkata seperti itu lagi.. Baekhyun oppa pasti akan kembali padaku.."
Ibu Jihyun belum berhenti mengelus rambut hitam anak yeojanya. "sudah 5 tahun dia tidak kembali dan mengabarimu.. eomma hanya tidak yakin dia akan kembali."
Jihyun pun menunduk. Tak berapa lama, suara sepeda motor mengagetkannya. Sosok namja turun dari motor itu dan berjalan mendekat.
"annyeonghaseyo.. Kim Jong In immida.. anda bisa memanggil saya, Kai, ahjumma."
Sapa namja itu sambil membungkuk 90 derajat.
"ada perlu apa kemari?" Tanya ibu Jihyun ramah.
"saya ingin menjemput Yoon Ji Hyun."
Ibu Jihyun mengerutkan keningnya. "kau, idol yang dimaksud manager Hwang?"
"nde. apa saya diijinkan untuk membawanya?"
Ibu Jihyun menoleh pada Jihyun yang terlihat kebingungan dengan keberadaan Kai. "sebelumnya maafkan sikapnya. Dia ini terlalu banyak berpikir sehingga ia gampang lupa. Baiklah, bawalah dia. Tolong jaga dia juga.."
Jihyun sontak menoleh pada ibunya. " eomma? Siapa dia? Kenapa eomma berkata begitu??"
"kau tinggal dengannya sekarang, Jihyun-a."
"tapi aku tidak kenal dia.." jawab Jihyun yang mulai ketakutan.
"dia namja yang baik, Jihyun-a. kau mengenalnya kemarin. Coba tatap matanya.."
Jihyun pun menoleh pada Kai dan saat itu juga Kai menatapnya. Mereka saling bertatapan lumayan lama, sampai akhirnya ingatan Jihyun muncul.
"Kai? Neo, Kai? Idol?" Jihyun menyebutkan apa yang ia ingat.
"nde, dia Kai dan dia idol. Sekarang, kau ikutlah dengannya." Ibu Jihyun sedikit mendorong Jihyun untuk mendekati Kai. Dan tanpa diminta, Kai tiba-tiba saja meraih pergelangan tangan Jihyun dan membawanya keluar.
"bagaimana bisa kau melupakanku?" Tanya Kai saat mereka berjalan menghampiri sebuah motor berwarna merah.
Pertanyaan itu membuat Jihyun spontan mengingat semua hal. Dia berhenti tiba-tiba dan berdiri mematung. Kai pun menoleh. "wae?"
"kau mengucapkan kata yang sama yang mereka semua ucapkan. Aku benar-benar sanggup melupakan kalian secepat ini, tapi ingatanku pada dia, tidak akan pernah hilang.."
Kai mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan Jihyun. "kau bicara apa? Mereka siapa? Dia siapa?"
Jihyun menggeleng kecil lalu menoleh pada Kai. "bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa.."
~~

Part 2  Flashback's
Flash back 2 bulan lalu…
Pukul 3 sore sepulang les bahasa inggris…
"Jihyun-a.."
Jihyun pun menoleh dan menemukan seorang namja bertubuh sangat tinggi. Ia mengenal namja itu sebagai guru lesnya.
"nde, songsaengnim?"
"aniya.. jangan panggil aku seperti itu. Aku berbeda 3 tahun darimu, panggil saja Kris oppa." Ujarnya.
Jihyun pun tersenyum. "nde, oppa. Ada apa?"
Kris pun tersenyum. Ia mengeluarkan sesuatu yang ia sembunyikan dibalik badannya, sebuah bunga tulip merah.
"jihyun-a… are you wanna be girlfriend?"
Jihyun menutup bibirnya yang menganga. Rasa terkejut dan senang bercampur menjadi satu. Namja yang begitu diidolakan ini, ternyata menembaknya.
"are you serious?" Tanya Jihyun memastikan.
"I'm so serious." Jawab Kris penuh keyakinan.
Jihyun pun menggerakkan tangan kanannya menuju bunga tersebut. "i want, oppa.."
Kris tidak bisa menutupi rasa senangnya dan ia mengekspresikan dengan menutup wajahnya yang memerah. Beberapa detik kemudian…
"baiklah.. ini sudah sore. Pulanglah.." Kris pun berbalik dan berlari sambil berteriak senang.
Jihyun memandanginya sambil terus tersenyum geli.
~
Flashback 2 setengah bulan lalu…
Saat ia tengah asyik menyirami kebun belakang rumahnya, tiba-tiba saja sebuah pesawat kertas menabrak tubuhnya. Pesawat kertas itu mendarat ditanah dan ia segera memungutnya.
To           : Yoon Ji Hyun
Ji hyun-a, are you wanna be girlfriend?

~OSH~
Jihyun mengerutkan keningnya. Ia pun mengangkat kepalanya untuk mencari siapa pemilik pesawat ini. Dan akhirnya suara dari sebuah pohon mengagetkannya.
"disini Jihyun-a!!"
Jihyun pun mendongak dan melihat sosok namja yang tengah duduk melambai diemperan rumah pohon. Jihyun mengerutkan keningnya sejenak sampai akhirnya ia mengingat siapa namja itu.
"Oh Sehun-sshi! Kau yang mengirim ini?" tanyanya sambil menggerak-gerakkan tangannya yang membawa sebuah kertas berwarna orange.
"nde! apa kau akan menerimanya?!"
"nde! aku menerimanya, oppa!" teriak Jihyun sembari tersenyum.
Sehun melambai. "SA-RANG-HAE! YOON-JI-HYUN!!"
Jihyun sedikit tersipu mendengarnya. "NADO SARANGHAE OPPA!"
~
Flashback 3 bulan lalu..
CUP~
Jihyun spontan menoleh dan mendapati seorang namja yang begitu tampan. Ia hanya bisa terdiam sambil mengelus pipinya yang barusan digunakan sebagai tempat pendaratan sentuhan hangat itu.
"Jihyun-a… tolong ijinkanlah aku menjagamu… ku mohon.."
Jihyun hanya sanggup menggerak-gerakkan kedua matanya menatap kedua mata namja itu.
"tidak masalah kau tidak menyukaiku.. tapi ku mohon, berikan aku kesempatan sekali saja untuk mencintaimu, Jihyun-a.."
Jihyun bimbang. Di ruang music yang sunyi ini, ia tidak mungkin menolak namja itu dengan alasan bahwa namja itu idol sekolah. Tapi.. sebenarnya ia juga memiliki rasa pada namja yang bername tag Kim Joon Myeon itu.
"Suho-sshi.." Jihyun selalu memanggilnya Suho.
"baiklah.. akan ku berikan kau kesempatan.."
~
Flashback 5 tahun lalu..
Jihyun ikut serta dalam graduation kelas 3. Ia sebagai murid kelas 2 dan menduduki jabatan ketua President School, jelas harus ikut andil dalam acara besar ini. Ia bersama kawan-kawan kelas 2 nya, sibuk mempersiapkan acara graduation ini 3 hari sebelum acara dimulai. Dan dihari kedua, pukul 12 siang, ia mendapat jatah istirahat selama 1 jam.
Ia begitu lelah sampai keringat sanggup membasahi seluruh tubuhnya. Ia memilih pergi ke secretariat untuk mendinginkan badan dan memakan bekalnya.
CKREK!
BLAM!
Jihyun sedikit terkejut saat sosok namja kelas senior ada disana. Namja itu tengah belajar sepertinya, karena ia memegang sebuah pensil dan disekitarnya terdapat beberapa tumpukkan buku tebal.
Jihyun mengenal benar siapa namja yang sekilas mendongak padanya. Namja itu sebelumnya adalah ketua President School. Jadi, saat pelatihan anggota dan pengurus President School, Jihyun selalu berurusan dengan namja itu.
Jihyun tidak menyapa atau semacamnya. Ia berjalan begitu saja mendekati sebuah kursi tepat dibawah sebuah AC. Ia pun meraih remote pengontrol AC dan memilih suhunya.
Setelah ia rasa cukup, ia pun melipat kedua tangannya diatas perut dan mata terpejam.
Baru beberapa menit, ia sudah terganggu dengan suara batuk namja itu. Ia segera membuka matanya dan bersiap mengomel. Namun..
Jihyun segera berlari menghampiri namja itu. Ia benar-benar panic sekarang. Namja itu menggigil hebat disertai dengan batuk dan wajah yang pucat pasi.
"Baekhyun sunbae, wae? Kau sakit?" Jihyun segera mengambil jas namja itu yang tergeletak diatas meja dan langsung membalutnya pada tubuh Baekhyun.
"jebal… matikan AC nya.. uhuk!" ujar Baekhyun lirih.
Jihyun bisa mendengarnya, ia segera berlari meraih remote pengontrol dan langsung menekan tombol off.
Batuk Baekhyun perlahan mulai menghilang, meskipun masih terdengar batuk-batuk kecil, tapi tidak sesering tadi.
Jihyun kembali menghampiri Baekhyun. "Byun Baek Hyun sunbae… kau sudah baik-baik saja?"
Baekhyun pun menegakkan tubuhnya. Wajahnya masih terlihat pucat dengan bibir membiru.
"nde, lumayan baik."
Jihyun menghela nafas lega. Ia pun bangkit dan berjalan mendekati sebuah dispenser. Ia mengambil segelas air hangat lalu ia kembali mendekati Baekhyun.
"minumlah, sunbae." Ujarnya saat ia menyodorkan gelas plastic tersebut.
Baekhyun menerimanya dan meneguknya perlahan. Sementara Jihyun menarik sebuah kursi dan duduk disamping Baekhyun dengan badan menghadap namja tersebut.
"kau punya penyakit tertentu, sunbae?" tanyanya begitu Baekhyun meletakkan gelas plastic diatas meja.
Baekhyun terdiam dan mengambil nafas. "tidak ada. Aku hanya tidak bisa beradaptasi dengan suhu dingin."
Jihyun menepuk jidatnya. "jeongmal mianhae, sunbae.."
Baekhyun pun menoleh sambil tersenyum. Senyumnya sangat manis, tapi tetap saja terlihat pucat. "gwaenchana, yang penting aku masih hidup."
"tapi tetap saja aku minta maaf, sunbae. Seharusnya kau mengatakannya tadi. Aku benar-benar merasa bersalah. Jeongmal mianhae.."
Baekhyun lagi-lagi tersenyum. "gwaenchana, Jihyun-a.. kau tidak bersalah. Aku baik-baik saja…"
Jihyun pun menunduk. "aku bersalah, Baekhyun sunbae. Sebentar lagi kau akan mengikuti acara graduation, kondisi tubuhmu harus baik, tapi.. aku.."
"sudahlah, kau seperti memaksaku untuk tidak memaafkanmu." Potong Baekhyun sambil terkekeh ringan.
"hm… baiklah. Mianhae.." Jihyun meletakkan kepalanya diatas meja.
"kau kemari untuk apa? Kalau boleh kutebak, kau pasti ingin makan, keurae?"
Jihyun pun terpejam. "kau bisa membaca pikiranku, nde? aku memang ingin makan. Tapi karna ada dirimu, aku jadi tidak nafsu makan."
"wae? Aku malah menunggumu disini."
Jihyun pun membuka matanya sambil menatap Baekhyun aneh. "barusan kau bilang apa, sunbae?"
"aku menunggumu disini untuk makan. Kau lupa saat kau ku training dulu? Bukankah kita makan bersama? Sudah hampir setahun aku tidak bertemu dan makan denganmu." Ujar Baekhyun sambil tersenyum.
Jihyun pun menegapkan tubuhnya. "memalukan sekali saat mengingat waktu itu."
Baekhyun pun tertawa terbahak-bahak. "sudahlah, jangan diingat lagi. Aku hanya bercanda."
Jihyun pun berdecak dan bangkit. "aku akan ambil bekalku dulu."
Baekhyun hanya mengangguk dan membiarkan Jihyun pergi.
2 hari kemudian..
Byun Baekhyun mendapat kesempatan untuk berbicara dipanggung. Jihyun yang melihat dari balik panggung, bereaksi sangat bangga pada Baekhyun yang meraih penghargaan lulusan terbaik.
"pertama-tama, saya sangat bangga menerima penghargaan ini. Saya sangat berterima kasih kepada eomma yang telah menyuport saya untuk tetap belajar sampai saya mendapat title lulusan terbaik. Saya juga berterima kasih kepada teman-teman yang menyemangati saya. Dan. Ada yang saya ingin ungkapkan disini. Ini menyangkut perasaan pribadi saya…"
Suasana ruang aula menjadi hening tatkala Baekhyun menghentikan ucapannya dan mengambil nafas sejenak.
"saya sangat mencintai dia sejak dia menjadi murid disini.."
Suasana berubah gaduh saat Baekhyun mengatakan kalimat itu. Para murid terlihat sibuk bertanya dengan kawan-kawannya mengenai orang yang dimaksud Baekhyun.
"saya sangat ingin mengatakan ini dari awal. Tapi… saya rasa itu bukan waktunya. Jadi saya putuskan untuk menundanya.." Baekhyun mengambil nafas lagi lalu membuangnya.
"semakin lama untuk memendam rasa, perasaan itu semakin membuat jantung saya sesak. Saya sangat ingin mengatakan ini, dan… inilah waktunya.." Baekhyun menunduk sejenak sambil mengepalkan tangan kirinya karena keringat dingin mengucur dari tubuhnya.
Jihyun yang berada dibalik panggung, sedikit menahan perasaan kecewa saat mendengar Baekhyun mencintai seseorang. Tapi dia benar-benar penasaran, siapa yeoja yang dimaksud Baekhyun.
"dia cinta pertamaku, aku akan memiliki yeoja chingu untuk yang pertama kali hari ini, dan inilah tantanganku yang sebenarnya. Aku akan pergi ke Amerika untuk melanjutkan pendidikanku. Dan tanpa berdosa aku akan meninggalkannya, berharap dia menungguku dan aku akan kembali padanya…"
Seisi ruangan termasuk yang dibelakang panggung, berusaha menahan tangis haru mereka saat mengetahui apa yang dikatakan Baekhyun.
"jeongmal saranghaeyo… Yoon Ji Hyun… are you wanna be my girlfriend?" Baekhyun langsung menundukkan kepalanya tanpa memedulikan apayang terjadi.
Jihyun yang ada dibalik panggung, hanya bisa mengerjapkan kedua matanya saat semua kru disana menoleh padanya. Semuanya benar-benar tidak bisa mempercayainya. Cinta pertama Baekhyun, mendarat dihati seorang yeoja cantik nan tomboy bernama Yoon Ji Hyun.
Kawan-kawan Jihyun pun segera menarik Jihyun dan mendorong yeoja itu untuk berjalan mendekati Baekhyun.
Jihyun terlihat ragu-ragu saat mengambil langkah. Ia berjalan sambil menunduk saat semua orang memerhatikannya dan Baekhyun menoleh padanya. Jihyun mengepalkan tangannya yang terus saja mengeluarkan keringat dingin. Ia berhenti dua langkah dihadapan Baekhyun. Sementara Baekhyun masih menatapnya, menunggu jawaban.
"haruskah aku menjawabnya sekarang?" tanyanya yang masih saja menunduk.
Baekhyun pun turun dari podium, dan jarak mereka sekarang hanya tersisa satu langkah. "katakanlah.." ujarnya tegas.
"mianhae Baekhyun sunbae.."
Baekhyun hanya menghela nafas sambil menunduk pula. Ditangan kanannya terdapat sebuket bunga lili yang tadi diberikan oleh kepala sekolah sebagai hadiah ringan untuknya.
"gwaenchana.. aku sudah tau jika…"
"aku mencintaimu juga Byun Baek Hyun sunbae.."
Baekhyun segera mengangkat sedikit kepalanya. Ia tidak mengatakan apapun tapi tatapannya mengatakan, ulangi sekali lagi..
Jihyun pun memberanikan dirinya untuk mendongak, tubuh Baekhyun lebih tinggi darinya. "jeongmal saranghae… sunbae.."
Baekhyun kembali terdiam tanpa kata. Sehingga Jihyun menghela nafas dan mengarahkan tatapannya lurus, ke nama dada baekhyun.
Detik selanjutnya, Baekhyun tersenyum. Ia pun perlahan mengangkat tangan kanannya dan langsung menyodorkan sebuket bunga itu.
"berjanjilah untuk menungguku.."
Jihyun kembali mendongak, setelah itu ia memperhatikan bunga tersebut. Perlahan tapi pasti, tangannya berusaha meraih sebuket bunga lili putih itu. Namun tanpa ia kira sebelumnya, Baekhyun malah menarik tangannya dan membawanya kesebuah pelukan hangat.
"aku berjanji padamu, aku akan kembali. Berjanjilah padaku, kau akan menungguku…" ujar Baekhyun sembari mengecup lembut kening Jihyun.
Sementara Jihyun tersenyum, "aku berjanji, oppa.."
Suasana ruangan benar-benar terbawa arus kisah romantic itu. Para yeoja banyak yang menangis haru karnanya, sementara para namja hanya bertepuk tangan ria dengan mata berkaca-kaca.
Seusai acara selesai, Baekhyun meminta eommanya untuk memotret dirinya dengan Jihyun sebagai kenang-kenangan terakhir.
"berpose yang serasi ya.. hana ttul seis!"
CKRIK!
Tepat blitz itu berbarengan dengan Baekhyun menci*m pipi kanan Jihyun. Sementara Jihyun sendiri terkejut setelah hasil potretan keluar. Sementara itu ibu Baekhyun terkekeh gemas melihat Jihyun mengomeli Baekhyun, namun ibu Baekhyun tetap melanjutkan aktivitasnya memotret setiap gerakkan mereka, sampai akhirnya Baekhyun meredam omelan Jihyun dengan memeluk Yeoja tersebut.
CKRIK!
"omona!! Kalian seperti baru menikah saja.." goda ibu Baekhyun setelah Jihyun mendorong tubuh Baekhyun menjauhinya.
Baekhyun terkekeh melihat yeojanya tersipu malu oleh ucapan ibunya. Ia mengacak-acak rambut Jihyun sambil mengucapkan, "kau akan menjadi nyonya Byun nantinya.."
Jihyun menoleh dan langsung memukul pelan pundak Baekhyun. "kau ini sudah berpikir terlalu jauh.."
"Saranghae, chagiya.."
Flashback all End..
~
Part 3  My Last Love
Jihyun benar-benar mengingat semuanya saat Baekhyun menelponnya dan mengatakan bahwa namja itu akan pulang besok. Dengan penuh keyakinan, ia pun menghubungi semua namja yang menjadi kekasihnya dan menelpon menager Hwang.
~Kris Calling…
Yeoboseyo??
Ah, kris songsaengnim. Bolehkah aku mengatakan sesuatu?
Hm, katakan saja yeobo
Temui aku di café dekat sekolahku, ada yang ingin aku bicarakan. Besok jam 5 sore..
Hm, baiklah. Aku akan datang besok.
~Sehun Calling
Jihyun-a? wae?
Oppa, besok temui aku di café dekat sekolahku. Ada yang ingin aku bicarakan, jam 5 sore, nde?
Oh,baiklah. Memang ada apa?
Besok saja ku katakan.
~Kyungsoo Calling
Oppa?
Nde? wae?"
Besok temui aku di café dekat sekolah kita, nde?
Em, jam berapa?
Jam 5 sore. Ada hal penting yang harus ku katakan.
~Jongdae Calling
Yoon ji? Wae?
Besok temui aku dicafe dekat sekolah jam 5 sore
Ada apa?
Sesuatu yang penting ingin ku katakana..
~Suho Calling..
Chagiya..
Oppa.. besok temui aku di café tempat kita kencan pertama kali.. ada yang ingin ku bicarakan..
Baiklah, jam berapa?
Jam 5 sore..
~Manager Hwang calling..
Yeoboseyo..
Manager Hwang, saya akan kembali ke rumah sekarang. Saya akan membatalkan kontrak saya dengan perusahaan sebagai fotografer Kai..
Memang ada apa?
Saya tidak bisa tinggal dengan Kai, saya telah memiliki namja chingu..
Baiklah, kau boleh lakukan apa yang kau mau. Tapi, ada kontrak baru…
Kita bicarakan lain waktu, manager. Saya harus bergegas pulang hari ini juga..
Baiklah..
Klik!
"kenapa kau tidak bisa tinggal satu rumah denganku?"
Pertanyaan itu membuat Jihyun terkejut dan menoleh. Ia menemukan Kai tengah berdiri dianak tangga sambil memerhatikannya.
"aku benar-benar tidak sanggup. Aku harus pergi." Jihyun bangkit dan langsung berlari memasuki kamarnya.
"baiklah, akan ku bantu!" teriak Kai sambil berlari kedalam kamarnya.
~~
Esoknya.. pukul 5 sore..
Jihyun memantapkan hatinya untuk melangkah memasuki café itu. Tadi dia berangkat bersama Kai, dan taukah apa yang terjadi??
Jihyun mengatakan semua rahasianya pada Kai dan Kai mengerti itu. Ia sudah menganggap Jihyun sebagai kakak baginya, karena Jihyun lebih tua setahun darinya.  Dan ia mengatakan akan membantu Jihyun untuk menyelesaikan masalah 'playgirl tanpa sadar ini'. Dan taukah apa yang terjadi sebenarnya?? Kai adalah adik kelasnya dan Baekhyun saat SMP dulu. Kai benar-benar mengenal siapa Baekhyun dan Jihyun karena ia tampil diacara graduation sebagai penari dan ia tau betul hubungan Baekhyun dan Jihyun.
Kai sudah berada didalam dan sudah menemukan 5 orang namja yang dimaksud Jihyun.
Jihyun pun berjalan perlahan memasuki bangunan kecil itu dan berjalan ke lantai 2, dimana lantai ini sudah disewa oleh Kai.
Kai memberikan symbol pada Jihyun untuk segera keluar dari balik dinding, rupanya, disamping Kai sudah ada Baekhyun.
Menelan ludah sejenak, Jihyun pun melangkah mendekati 5 namja yang duduk 2 berbanjar.
"Jihyun-ah?"
"chagiya?"
"yeobo?"
"Jihyun-a?"
"Yoonji??"
Kelima namja itu saling berpandangan seusai mereka memanggil Jihyun secara bersamaan. Dan juga, Baekhyun menoleh tanpa bereaksi apapun.
"chagiya? Siapa mereka, huh?" Tanya namja tampan bernama Suho sambil menunduk keempat namja itu.
Baekhyun sedikit kecewa saat namja itu memanggil yeojanya dengan sebutan chagiya. Tapi Kai mengatakan sesuatu yang membuat Baekhyun tidak bereaksi apapun.
"mian… aku benar-benar tidak sadar telah menerima kalian sebagai kekasihku. Aku terlalu memikirkan seseorang sehingga aku menjadi sosok yang benar-benar amnesia dan seperti terhipnotis. Aku tidak benar-benar mencintai kalian karena cintaku hanya pada seseorang. Seseorang itu telah kembali saat ini, dan aku harus membiarkan kalian pergi. Mianhae.." Jihyun menunduk seketika.
Kelima namja itu terlihat patah hati. Kyungsoo menjatuhkan sebuket bunga yang akan ia berikan. Kris meletakkan gelas minumannya dengan sedikit dibanting. Jongdae menurunkan tangannya sambil menunduk. Suho hanya diam terpaku, sementara Sehun, ia mengepalkan tangannya sambil menggeram.
Merasa seperti akan ada yang dilakukan kelima namja itu, Baekhyun dan Kai segera berlari menghampiri Jihyun dan Baekhyun menghela tangan Sehun yang melayang. Suasana benar-benar hening saat Sehun dan Baekhyun saling menatap. Hingga akhirnya Baekhyun mendorong tubuh Sehun untuk menjauh. Ia menatap kelima namja itu secara bergantian.
"jika kalian marah pada dia, limpahkanlah padaku. Jangan pernah sakiti yeojaku."
Kelima namja itu sama-sama tersenyum kecut. Suho membanting bunga yang ia bawa lalu beranjak pergi. Kris, Jongdae, Kyungsoo dan Sehun bergantian beranjak pergi.
Baekhyun memutar badannya dan melihat Jihyun tengah menunduk dan terdiam. Kai sudah tidak ada diantara mereka, dan Baekhyun pun berjalan mendekati yeojanya.
"Jihyun-a? kau baik selama ini?" tanyanya dengan suara bergetar.
Jihyun hanya terdiam. Ia tidak ingin melihat wajah Baekhyun.
"kau tidak merindukanku? Tataplah mataku, Jihyun-a.."
Jihyun langsung memeluk Baekhyun saat namja itu ada satu langkah didepannya. Ia menangis sepuasnya disana.
"mianhae oppa. Jeongmal mianhae. Mianhae."
Baekhyun menggerakkan tangannya untuk balas memeluk Jihyun. Ia pun mengelus punggung yeoja itu. "gwaenchana Jihyun-a.. kau tetap milikku."
"mianhae oppa!! Aku benar-benar pabo!! Aku sangat merindukanmu dan begitu mencintaimu!! Aku tidak pantas bersanding denganmu!!"
Baekhyun mendorong tubuh Jihyun pelan. "saranghae.."
Ia pun menci*m pipi yeoja itu. Jihyun hanya terdiam sambil mengucapkan kata..
"aku tidak menepati janjiku, oppa.. tapi kau menepati janjimu."
"ani Jihyun-a. kau menepati janjimu." Ujar Baekhyun sambil memegangi kedua pipi Jihyun.
"ani, oppa.. aku sudah selingkuh darimu dan…"
"kau nyonya Byun yang sesungguhnya, Jihyun-a.." ujar Baekhyun sembari tersenyum.
Jihyun menatap Baekhyun dengan wajah yang benar-benar basah oleh air mata.
"kau bersungguh-sungguh?"
"keurae. Aku sangat bersungguh-sungguh."
Jihyun kembali memeluk tubuh Baekhyun. "bagaimana caranya aku berterima kasih padamu??"
"menikahlah denganku, setelah acara graduation." Ujarnya.
"yak.. lalu bagaimana kuliahku?" Tanya Jihyun yang sedikit protes.
"kita kuliah bersama. Aku lulus tahun lalu, tapi aku masih malas kuliah, aku ingin kuliah bersamamu, di Jepang.." ujar Baekhyun yang semakin mengeratkan pelukannya.
Jihyun hanya bisa tersenyum.
End…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar